Menentukan Kualitas Air

AIR merupakan komponen penting dalam kehidupan,.Bagi makhluk hidup air merupakan salah satu bahan nutrisi. Fungsi air bagi tubuh adalah untuk pengaturan temperatur badan, pengangkutan bahan nutrisi lainnya dan turut juga dalam berbagai reaksi kimia dalam tubuh. Kebutuhan air pada unggas seringkali kurang diperhatikan.
Pemberian air terkadang hanya 2 kali dari makanan yang dikonsumsi (contoh : 1 kg pakan yang diberikan, maka air minum adalah 2 liter air).
Pemberian air minum perlu diperhatikan, terutama pada kondisi panas. Ayam akan minum lebih banyak (lebih dari 2 kali). Berikut konsumsi air berbagai unggas (untuk 100 ekor unggas) :
a. Broiler :
– Umur < 3 minggu = 2– 10 liter/hari
– Umur > 3 minggu =10 – 30 liter/hari
b. Layer : 18 – 30 liter/hari tergantung pada level produksi telurnya.
c. Itik :
– Umur < 4 minggu = 3– 12 liter/hari
– Umur > 4 minggu = 12 – 33 liter/hari
d. Angsa :
– Umur < 4 minggu = 3 – 25 liter/hari
– Umur > 4 minggu = 25 – 35liter/hari
e. Kalkun :
– Umur < 4 minggu = 2 – 11liter/hari
– Umur > 4 minggu = 11 – 60liter/hari

Konsumsi air dapat dipengaruhi oleh jenis makanan, laju pertumbuhan dan produksi, status penyakit dan temperatur lingkungan. Pada dasarnya air harus selalu tersedia terus menerus.
Kualitas air dalam suatu peternakan sudah seharusnya dipertimbangkan. Pengukuran kualitas air dapat dilakukan dengan berbagai parameter, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. TDS (Total Dissolved Solids) meliputi semua mineral yang larut dalam air. TDS dapat mempengaruhi unggas tetapi tergantung pada mineral yang terkandung dalam air tersebut. TDS yang > 1500 ppm (mg/liter) tidak dapat diterima unggas di bawah umur 3 minggu, > 3000 ppm tidak baik untuk anak ayam dan anak itik, > 4000 ppm dapat meningkatkan kasus wet dropping pada ayam betina dan kalkun, > 7000 ppm tidak bias diterima oleh semua spesies unggas.
2. Salinitas adalah kadar garam yang terkandung dalam air. Salinitas sering digunakan sebagai parameter mengukur kualitas air yang dapat dipertukar dengan TDS, karena TDS juga mencakup garam mineral yang terkandung didalamnya.
3. Sodium (Na). Air yang tinggi kandungan sodiumnya dapat menyebabkan litter basah dan dapat menyebabkan dehidrasi Penelitian juga memperkirakan bahwa tingginya level sodium dapat menyebabkan ascites pada broiler dan kalkun. Level sodium >500 ppm perlu diperhatikan tetapi dapat diatasi dengan menurunkan kadar garam dalam pakan.
4. Kesadahan air. Mineral kalsium dan magnesium penyebab utama kesadahan air. Magnesium dapat mempengaruhi palatabilitas air. Kesadahan air akan membentuk kerak air di dalam pipa paralon (pipa air).
5. Sulfat. Sulfat dapat memberikan efek sebagai pencuci perut pada unggas dan dapat menyebabkan litter basah jika konsentrasinya >500 ppm. Konsentrasi > 500 ppm dalam air tidak layak diberikan pada unggas, jika > 1500 ppm dalam air tidak baik untuk anak ayam. Level > 3000 ppm tidak dapat diterima oleh unggas.
6. Nitrat dan nitrit. Keberadaan nitrat dan nitrit dapat diindikasikan bahwa air tersebut telah tercemar oleh bakteri (kontaminasi kotoran hewan atau manusia). Nitrit lebih berbahaya dengan dua komponennya. Dalam jumlah yang banyak dapat menganggu darah dalam mengangkut oksigen dan bersifat racun. Level maksimum nitrat yang direkomendasikan cukup bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi < 300 ppm Nitrat masih bias ditoleransi unggas, namun beberapa penelitian yang lain menyarankan bahwa level maksimum nitrat adalah 50 ppm.
7. Besi.Besi dapat diperoleh karena pencemaran dari peralatan atau kotoran lain. Besi dapat mempengaruhi rasa namun umumnya tidak terlalu beresiko pada kesehatan unggas, tetapi secara tidak langsung merupakan suatu ancaman terhadap kesehatan unggas. Pengukuran kualitas air sebaiknya dilakukan lebih dari 1 parameter pengukuran untuk menentukan bahwa air tersebut layak atau tidak bagi unggas.

BULETIN CP. SEPTEMBER 2006 Nomor 81/Tahun VII

Roli Sofwah Hakim
(Sumber : http://www.agriorganics.com/
poultry.html)

One response to “Menentukan Kualitas Air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s